Showing posts with label Menghadapi Stres. Show all posts
Showing posts with label Menghadapi Stres. Show all posts

Pengertian Stres

Sebelum mengetahui cara mengatasi stres, ada baiknya kita memahami pengertian stres terlebih dahulu. Stres adalah suatu kondisi anda yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Stres adalah beban rohani yang melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri, sehingga perbuatan kurang terkontrol secara sehat.

Stres tidak selalu buruk, walaupun biasanya dibahas dalam konteks negatif, karena stres memiliki nilai positif ketika menjadi peluang saat menawarkan potensi hasil. Sebagai contoh, banyak profesional memandang tekanan berupa beban kerja yang berat dan tenggat waktu yang mepet sebagai tantangan positif yang menaikkan mutu pekerjaan mereka dan kepuasan yang mereka dapatkan dari pekerjaan mereka.

Manfaat lainnya, ingat bahwa otak Anda telah terprogram dengan sistem alarm untuk melindungi. Ketika otak Anda merasakan ancaman, sinyal tubuh Anda melepaskan ledakan hormon yang berguna sebagai

Kenapa Ada Orang yang Baik-Baik saja Menghadapi Stress?

Perbedaannya terletak pada cara orang mempersepsi suatu peristiwa, apakah itu negatif atau positif. Dan hal ini dipengaruhi oleh bagaimana kita menilai kemampuan kita sendiri dalam mengatasinya dan bagaimana kita berpikir tentang karakteristik spesifik dari stressor itu sendiri (misalnya, seberapa intens ia menciptakan tuntutan, berapa lama berlangsung, dll). Jadi bukan peristiwanya semata, tapi juga cara kita berfikir mengenai peristiwa itu.

Ketika menganalisa kemampuan, kita mengevaluasi sumber daya yang ada (misalnya, seberapa sehat kita, berapa banyak energi yang kita miliki, apakah keluarga dan teman dapat membantu, kemampuan kita untuk bangkit, dan berapa banyak uang atau peralatan yang kami miliki), dan kemungkinan yang kita miliki untuk mengendalikan situasi kita. Jika kita percaya bahwa kita kekurangan sumber daya untuk mengatasi situasi, kita akan melihatnya sebagai stres negatif. Sebaliknya, jika kita percaya bahwa kita memiliki sumber daya, stressor tidak akan menenggelamkan kita dan sebagai gantinya mungkin dianggap sebagai eustress, stress yang positif.   Sebagai contoh, seorang gadis remaja dengan dukungan sosial dan keuangan yang terbatas mungkin melihat menjadi hamil sebagai stres negatif, sementara seorang wanita setengah baya dengan