Sebelum mengetahui cara mengatasi stres, ada baiknya kita memahami pengertian stres terlebih dahulu. Stres adalah suatu kondisi anda yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Stres adalah beban rohani yang melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri, sehingga perbuatan kurang terkontrol secara sehat.
Stres tidak selalu buruk, walaupun biasanya dibahas dalam konteks negatif, karena stres memiliki nilai positif ketika menjadi peluang saat menawarkan potensi hasil. Sebagai contoh, banyak profesional memandang tekanan berupa beban kerja yang berat dan tenggat waktu yang mepet sebagai tantangan positif yang menaikkan mutu pekerjaan mereka dan kepuasan yang mereka dapatkan dari pekerjaan mereka.
Manfaat lainnya, ingat bahwa otak Anda telah terprogram dengan sistem alarm untuk melindungi. Ketika otak Anda merasakan ancaman, sinyal tubuh Anda melepaskan ledakan hormon yang berguna sebagai
bahan bakar guna meningkatkan kapasitas Anda dalam memberi tanggapan.
Namanya “fight-or-flight" respon. Hormon-hormon ini membangunkan tubuh untuk tindakan darurat. Detak jantung menjadi lebih cepat, otot menegang, tekanan darah naik, nafas mempercepat, dan indra Anda menjadi lebih tajam. Perubahan fisik meningkatkan kekuatan dan stamina, mempercepat waktu reaksi, dan meningkatkan fokus Anda - mempersiapkan Anda untuk melawan atau melarikan diri dari bahaya. Respon stres adalah cara tubuh untuk melindungi Anda. Ketika bekerja seperti seharusnya, stress membantu Anda tetap fokus, energik, dan waspada. Dalam situasi darurat, stres dapat menyelamatkan hidup Anda - memberikan Anda kekuatan ekstra untuk membela diri, misalnya, atau memacu Anda menginjak pedal rem untuk menghindari kecelakaan. Respon stres juga membantu Anda bangkit untuk memenuhi tantangan. Stres adalah apa yang membuat Anda berkonsentrasi ketika mencoba melakukan lemparan pada suatu game, atau mendorong Anda untuk belajar sebelum ujian ketika Anda lebih suka menonton TV.
Setelah ancaman itu hilang, tubuh Anda dimaksudkan untuk kembali ke keadaan normal. Sayangnya, pada situasi stres yang tanpa henti, apalagi di kehidupan modern, hal ini berarti bahwa sistem alarm Anda terus menerus aktif. Dan pada beberapa kasus stress ekstrim, tidak kembali ke keadaan normal seperti seharusnya. Pada saat inilah terjadi stress kronik yang membawa dampak negatif.
Penyebab stress
Apa yang menyebabkan stres tergantung pada persepsi Anda. Sesuatu yang membuat Anda stress, bisa jadi tidak mengganggu orang lain, atau sebaliknya. Misalnya, aktivitas di pagi hari Anda mungkin akan membuat Anda cemas dan tegang karena Anda khawatir bahwa lalu lintas akan membuat Anda terlambat. Namun, orang lain mungkin ada yang menanggapinya dengan santai karena macet memungkinkan lebih dari cukup waktu untuk menikmati dan mendengarkan musik saat mereka berkendara.
Berbagai peristiwa dan tuntutan lingkungan menyebabkan kita mengalami stres, termasuk: hal-hal yang rutin (seperti berurusan dengan sulit rekan kerja), peristiwa besar yang mengubah hidup kita (pernikahan, melahirkan, atau pekerjaan berubah), dan tanggung jawab berkelanjutan dan berjangka panjang (seperti dengan penyakit kronis, atau merawat anak atau anggota keluarga yang sakit). Meskipun menemui peristiwa yang sama, namun tiap orang akan mengalami peristiwa dengan cara yang unik. Artinya, beberapa orang lebih rentan menjadi stres daripada yang lain. Kerentanan terhadap stres tergantung pada berbagai faktor, termasuk susunan biologis Anda, Anda persepsi kemampuan Anda untuk mengatasi tantangan; karakteristik dari peristiwa stres seperti intensitas, waktu , dan durasi.
Faktor lingkungan. Selain memengaruhi desain struktur sebuah organisasi, ketidakpastian lingkungan juga memengaruhi tingkat stres para karyawan dan organisasi. Perubahan dalam siklus bisnis menciptakan ketidakpastian ekonomi, misalnya, ketika kelangsungan pekerjaan terancam maka seseorang mulai khawatir ekonomi akan memburuk.
Faktor organisasi. Banyak faktor di dalam organisasi yang dapat menyebabkan stres. Tekanan untuk menghindari kesalahaan atau menyelesaikan tugas dalam waktu yang mepet, beban kerja yang berlebihan, atasan yang selalu menuntut dan tidak peka, dan rekan kerja yang tidak menyenangkan adalah beberapa di antaranya. Hal ini dapat mengelompokkan faktor-faktor ini menjadi tuntutan tugas, peran, dan antarpribadi.
Faktor-faktor Penyebab Stres Kerja. Stres kerja yang dialami seseorang dipengaruhi oleh faktor penyebab stres baik yang berasal dari dalam pekerjaan maupun dari luar pekerjaan. Faktor penyebab stres kerja yang dibahas dalam penelitian ini hanya faktor organisasional, yakni faktor yang berasal dari dalam pekerjaan yang mencakup tuntutan tugas, tuntutan peran, tuntutan hubungan antarpribadi, struktur organisasi, kepemimpinan organisasi, dan tahap hidup organisasi.
Tuntutan tugas adalah faktor yang terkait dengan pekerjaan seseorang. Tuntutan tersebut meliputi desain pekerjaan individual, kondisi kerja, dan tata letak fisik pekerjaan. Sebagai contoh, bekerja di ruangan yang terlalu sesak atau di lokasi yang selalu terganggu oleh suara bising dapat meningkatkan kecemasan dan stres. Dengan semakin pentingnya layanan pelanggan, pekerjaan yang menuntut faktor emosional bisa menjadi sumber stres.
Tuntutan peran berkaitan dengan tekanan yang diberikan kepada seseorang sebagai fungsi dari peran tertentu yang dimainkannya dalam organisasi. Konflik peran menciptakan ekspektasi yang mungkin sulit untuk diselesaikan atau dipenuhi.
Tuntutan antarpribadi adalah tekanan yang diciptakan oleh karyawan. Tidak adanya dukungan dari kolega dan hubungan antarpribadi yang buruk dapat meyebabkan stres, terutama di antara para karyawan yang memiliki kebutuhan sosial yang tinggi.
Faktor pribadi. Faktor-faktor pribadi terdiri dari masalah keluarga, masalah ekonomi pribadi, serta kepribadian dan karakter yang melekat dalam diri seseorang.
Survei nasional secara konsisten menunjukkan bahwa orang sangat mementingkan hubungan keluarga dan pribadi. berbagai kesulitan dalam hidup perkawinan, retaknya hubungan, dan kesulitan masalah disiplin dengan anak-anak adalah beberapa contoh masalah hubungan yang menciptakan stres.
Masalah ekonomi karena pola hidup yang lebih besar pasak daripada tiang adalah kendala pribadi lain yang menciptakan stres bagi karyawan dan mengganggu konsentrasi kerja karyawan. Studi terhadap tiga organisasi yang berbeda menunjukkan bahwa gejala-gejala stres yang dilaporkan sebelum memulai pekerjaan sebagian besar merupakan varians dari berbagai gejala stres yang dilaporkan sembilan bulan kemudian. Hal ini membawa para peneliti pada kesimpulan bahwa sebagian orang memiliki kecenderungan kecenderungan inheren untuk mengaksentuasi aspek-aspek negatif dunia secara umum. Jika kesimpulan ini benar, faktor individual yang secara signifikan memengaruhi stres adalah sifat dasar seseorang. Artinya, gejala stres yang diekspresikan pada pekerjaan bisa jadi sebenarnya berasal dari kepribadian orang itu.
Faktor organisasi. Banyak faktor di dalam organisasi yang dapat menyebabkan stres. Tekanan untuk menghindari kesalahaan atau menyelesaikan tugas dalam waktu yang mepet, beban kerja yang berlebihan, atasan yang selalu menuntut dan tidak peka, dan rekan kerja yang tidak menyenangkan adalah beberapa di antaranya. Hal ini dapat mengelompokkan faktor-faktor ini menjadi tuntutan tugas, peran, dan antarpribadi.
Faktor-faktor Penyebab Stres Kerja. Stres kerja yang dialami seseorang dipengaruhi oleh faktor penyebab stres baik yang berasal dari dalam pekerjaan maupun dari luar pekerjaan. Faktor penyebab stres kerja yang dibahas dalam penelitian ini hanya faktor organisasional, yakni faktor yang berasal dari dalam pekerjaan yang mencakup tuntutan tugas, tuntutan peran, tuntutan hubungan antarpribadi, struktur organisasi, kepemimpinan organisasi, dan tahap hidup organisasi.
Tuntutan tugas adalah faktor yang terkait dengan pekerjaan seseorang. Tuntutan tersebut meliputi desain pekerjaan individual, kondisi kerja, dan tata letak fisik pekerjaan. Sebagai contoh, bekerja di ruangan yang terlalu sesak atau di lokasi yang selalu terganggu oleh suara bising dapat meningkatkan kecemasan dan stres. Dengan semakin pentingnya layanan pelanggan, pekerjaan yang menuntut faktor emosional bisa menjadi sumber stres.
Tuntutan peran berkaitan dengan tekanan yang diberikan kepada seseorang sebagai fungsi dari peran tertentu yang dimainkannya dalam organisasi. Konflik peran menciptakan ekspektasi yang mungkin sulit untuk diselesaikan atau dipenuhi.
Tuntutan antarpribadi adalah tekanan yang diciptakan oleh karyawan. Tidak adanya dukungan dari kolega dan hubungan antarpribadi yang buruk dapat meyebabkan stres, terutama di antara para karyawan yang memiliki kebutuhan sosial yang tinggi.
Faktor pribadi. Faktor-faktor pribadi terdiri dari masalah keluarga, masalah ekonomi pribadi, serta kepribadian dan karakter yang melekat dalam diri seseorang.
Survei nasional secara konsisten menunjukkan bahwa orang sangat mementingkan hubungan keluarga dan pribadi. berbagai kesulitan dalam hidup perkawinan, retaknya hubungan, dan kesulitan masalah disiplin dengan anak-anak adalah beberapa contoh masalah hubungan yang menciptakan stres.
Masalah ekonomi karena pola hidup yang lebih besar pasak daripada tiang adalah kendala pribadi lain yang menciptakan stres bagi karyawan dan mengganggu konsentrasi kerja karyawan. Studi terhadap tiga organisasi yang berbeda menunjukkan bahwa gejala-gejala stres yang dilaporkan sebelum memulai pekerjaan sebagian besar merupakan varians dari berbagai gejala stres yang dilaporkan sembilan bulan kemudian. Hal ini membawa para peneliti pada kesimpulan bahwa sebagian orang memiliki kecenderungan kecenderungan inheren untuk mengaksentuasi aspek-aspek negatif dunia secara umum. Jika kesimpulan ini benar, faktor individual yang secara signifikan memengaruhi stres adalah sifat dasar seseorang. Artinya, gejala stres yang diekspresikan pada pekerjaan bisa jadi sebenarnya berasal dari kepribadian orang itu.
Ketika Anda terlalu sering menghadapi stres, dan Anda ternyata hanya sedikit memiliki kontrol untuk mengubah situasi, Anda berisiko mengalami stress kronis, yang dapat mempengaruhi kesehatan Anda.Itu sebabnya manajemen stres menjadi begitu penting. Manajemen stres membantu mengatur ulang sistem alarm Anda. Tanpa manajemen stres, tubuh Anda terlalu sering waspada. Tingkat stres yang tinggi menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Jangan menunggu sampai stres berdampak negatif pada kesehatan Anda. Melalui blog ini kami akan membantu Anda untuk memahami tidak saja pengertian stress yang tadi sudah dijabarkan, tapi juga apa yang menjadi gejala stress, dampak stress pada fisik dan mental melalui terapan ilmu Psikologi. Anda juga bisa mulai berlatih berbagai teknik manajemen stres agar bisa lebih efektif dalam mengatasi stress. Selamat membaca
wikipedia.org
mengatasi-stres.blogspot.com